Fiksi Series 1. Turqoise
ONE_Dari jauh, sepasang mata memandang tanpa berkedip mencari cari sesuatu. Disekitarnya, ada alunan tenang yang mendukung suasana penasaran. Sesuatu itu bergerak, mendekat dan terus mendekat. ia sampai pada sebuah dinding batu besar berwarna kuning dan hitam dan ia berhenti tapi masih terus melihat sekeliling. Ia menghela nafas, dan menduga duga apa ia salah alamat atau ia sudah disini tapi tempat yang ia cari tak ada lagi. Ia lalu memutar, menjelajahi tembok batu itu dan bertanya dalam benak "sejak kapan batu ini ada disini?". Ia pun melihat sesuatu, yang tumbuh disela sela batu. Sesuatu itu berwarna hijau, melambai lambai mengikuti alunan tenang. seketika matanya berbinar, lalu ia merasa tiba tiba diserang kelaparan. ia memutuskan tinggal disitu, meski rumahnya yang nyata tak pernah ia lihat lagi. kampung halaman pasirnya berubah jadi batu.