Promise
sungguh, seumpamanya tangan yang teriris belati masih dapat dijelaskan kesakitannya. Tetapi ini lain benar saja tak seberapa perih bara api yang melepuhkan telapak kaki. ini lebih perih darinya bahwa suatu hari yang bermimpi, hingga lupa segala lainnya. menaruh harapan pada sesuatu yang sangat tidak jelas kenyataannya. Aku, dengan segala harapan penuh binar mata menandakan bahwa semangat ini masih ada. Seseorang yang berani bermimpi hingga memprediksi masa depan sendiri. tiba tiba dibuat jatuh oleh Nya. Kecewa, iya. begitulah hamba yang tak tahu diri merasakan hatinya. waktu pasti melangkah jauh. kedewasaan merubah segala keruh. kini ia yang pernah kecewa butuh ampunan Nya. tersadar bahwa mimpi bukanlah ajang untuk mencintai dunia, mimpi bukannya wadah untuk berpamer jika nyata. mimpi bukan jalan untuk kesombongan. berjanji, untuk tidak menyalahkan siapapun. berpositif ria, bahwa Ia sedang merancang masa nyata mimpiku dengan sempurna. hingga ku menggapai pe...