Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Dari ku untuk surga selatan

Sebuah teluk indah bersajak rindu Disitulah tempatku dilahirkan Teluk kecil berirama ombak dan gemerisik angin Berlangit biru kadang kelabu Damai, memanjakan mata dan hati Ku namakan ia surga selatan Sebab memang ia seperti itu Gambaran surga di Selatan Aceh Tempat yang menurutku ternyaman Aku tumbuh dengan alunan riak laut terlindung oleh pelukan gunung putrinya... Tempat teristimewa dihati Surgaku di dunia, Aceh Selatan _LF

BAHARI

Dia yang biru, Kristal tosca, busa putih, batu berwarna, serbuk putih gading nan halus, penuh kehidupan. Bahwasanya Dia tahu, penantian harus sabar tak berbatas. Riak lembut berujung deburan, meyakinkan bahwa sesuatu selalu punya kesempatan berujung. Bahari itu dominansi biru yang menyatu dengan langit. Saat jingga ia malahan bertemu sang mentari. Tersentuh hangat menghilangkan gundah hati. Gundah segundah yang ditunggu tak jua kembali.... Untuk hati para pengharap

Ombak

Halus, dan lembut. Debur ombak itu melewati jemariku. Menapak jejak di pasir coklat bagai garis garis petunjuk arah. Tersirat pesan "Ayo ikuti aku". Ombak itu pelan, ia menyapa pantai, lalu kembali ke laut. Jejak itu membentangkan rindu. Rindu untuk ombak yang selalu bernyanyi menentramkan hati yang pilu. Antara percaya atau tidak. Ia ombak yang selalu aku rindu, ia ombak yang mengisi hatiku. Ia kembali lalu pergi, menyapa sebentar lalu pergi, tapi tidak benar benar pergi. Ia pastikan ia kembali. Sang ombak berkata, aku harus kembali menyapamu lagi berkali kali untuk mengambil rindumu dan menggantinya dengan kelegaan. Itu tugasku, bukti abdiku. Untukmu. Kini aku lega.