Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Lupa

Ada sisa kesempatan  yang seharusnya ku gunakan dengan ikhlas Kini, terhimpit waktu dikejar kejarnya aku Aku tak pernah mau melihat kebelakang itu terlalu menyeramkan layu, warnanya coklat buruk busuk  begitulah jika menoleh Aku berlari saja sejauh jauhnya aku bisa aku begitu ingin menciptakan kecepatan hingga lupa ada keheningan lampau yang telah ku tinggalkan . -LF

Fiksi Series 1. Turqoise

ONE_Dari jauh, sepasang mata memandang tanpa berkedip mencari cari sesuatu. Disekitarnya, ada alunan tenang yang mendukung  suasana penasaran. Sesuatu itu bergerak, mendekat dan terus mendekat. ia sampai pada sebuah dinding batu besar berwarna kuning dan hitam dan ia berhenti tapi masih terus melihat sekeliling. Ia menghela nafas, dan menduga duga apa ia salah alamat atau ia sudah disini tapi tempat yang ia cari tak ada lagi. Ia lalu memutar, menjelajahi tembok batu itu dan bertanya dalam benak "sejak kapan batu ini ada disini?". Ia pun melihat sesuatu, yang tumbuh disela sela batu. Sesuatu itu berwarna hijau, melambai lambai mengikuti alunan tenang. seketika matanya berbinar, lalu ia merasa tiba tiba diserang kelaparan. ia memutuskan tinggal disitu, meski rumahnya yang nyata tak pernah ia lihat lagi. kampung halaman pasirnya berubah jadi batu.

Perjalanan

Satu, dua, tiga Aku telah melangkah Melakukan perjalanan untuk mencari jati diri Sampai ke titik ini Aku menemukan banyak hal dan kehilangan banyak hal Ada perubahan sudut pandang Melihat apa yang orang lain lihat, merasakan apa yang orang lain rasakan Ada ku dapati kebijaksanaan untuk menentukan pilihan Setiap perjalanan akan menciptakan keberanian Keberanian untuk melangkah lebih jauh, lebih bijak, lebih mendekati tujuan Setiap perjalanan memiliki kisah yang akan dibagikan untuk dikenang sepanjang masa

Pembisik

Hari ini aku tidak memiliki rasa untuk menulis sebuah rangkaian kata.  Tapi jari-jemari ku bergerak menekan begitu saja di atas huruf huruf Ada rasa malas, yang datang dan enggan pergi dan aku nyaris muak Tak ada juga yang aku ingin lakukan hari ini Tak ada pekerjaan, bahkan bersantai pun aku jenuh Apa yang aku butuhkan? tentu saja mengadu pada Rabb ku Kenapa aku harus lupa? Karena ada yang membisiki ku dan kemudian aku berjanji Pembisik adalah sesuatu yang tak penting, baiklah coba ku lupakan.  Katanya si pembisik ini mengalir bersama darah di dalam urat nadi Mempengaruhi hidupku jadi tak karuan Rasa rasanya dia ada disini, sedang membaca apa yang aku tulis tentang dia. pembisik yang menggoda. 

Promise

sungguh, seumpamanya tangan yang teriris belati masih dapat dijelaskan kesakitannya. Tetapi ini lain benar saja tak seberapa perih bara api yang melepuhkan telapak kaki. ini lebih perih darinya bahwa suatu hari yang bermimpi, hingga lupa segala lainnya. menaruh harapan pada sesuatu yang sangat tidak jelas kenyataannya. Aku, dengan segala harapan penuh binar mata menandakan bahwa semangat ini masih ada. Seseorang yang berani bermimpi hingga memprediksi masa depan sendiri. tiba tiba dibuat jatuh oleh Nya. Kecewa, iya. begitulah hamba yang tak tahu diri merasakan hatinya.   waktu pasti melangkah jauh. kedewasaan merubah segala keruh. kini ia yang pernah kecewa butuh ampunan Nya. tersadar bahwa mimpi bukanlah ajang untuk mencintai dunia, mimpi bukannya wadah untuk berpamer jika nyata. mimpi bukan jalan untuk kesombongan.   berjanji, untuk tidak menyalahkan siapapun. berpositif ria, bahwa Ia sedang merancang masa nyata mimpiku dengan sempurna. hingga ku menggapai pe...